Urutan Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia Yang Benar
pikiran-rakyat

Memahami Proses Urutan Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia Yang Benar Pada

Hallo… jumpa lagi sobat hawksedges! kali ini kami akan menjelaskan tentang urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar.

Makanan yang dikonsumsi manusia sehari-hari diproses melalui saluran pencernaan. Sistem pencernaan manusia adalah proses di mana makanan diubah dari ukuran besar ke ukuran lebih kecil dan proses memecah molekul makanan dari kompleks menjadi sederhana.

Sistem pencernaan manusia bekerja dengan menggunakan enzim dan sistem pencernaan. Makanan melewati saluran diserap ke dalam nutrisinya, kemudian diedarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah, setelah itu menjadi sumber energi atau bahan bakar. Sisa makanan dikeluarkan melalui feses.

Urutan Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia Yang Benar
materikimia

Urutan Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia Yang Benar

Menurut kurikulum Biologi SMA kelas XI (2020) diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar dibagi menjadi dua jenis, mekanis dan kimiawi. Berikut penjelasannya:

1. Pencernaan secara mekanis

Pencernaan mekanis adalah proses di mana makanan dipecah menjadi molekul lebih kecil tanpa enzim. Contoh pencernaan mekanis adalah ketika gigi mengunyah makanan.

2. Pencernaan secara kimia

Pencernaan kimiawi adalah proses di mana makanan dipecah oleh enzim, menggunakan bahan kimia diproduksi oleh tubuh untuk mempercepat reaksi kimia.

Proses pencernaan melibatkan organ pencernaan yaitu saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Kelenjar pencernaan, termasuk kelenjar ludah, kelenjar getah bening lambung, hati dan pankreas, kemudian menghasilkan enzim membantu pencernaan kimiawi.

Urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar

Berikut urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar:

1. Rongga mulut

Ketika makanan masuk ke dalam mulut, pertama-tama makanan akan meleleh baik secara mekanis maupun kimiawi. Rongga mulut berisi gigi, lidah dan kelenjar ludah.

Gigi memproses makanan dengan cara menggigit, merobek, memotong, mengunyah dan menggiling. Lidah kemudian mengatur posisi makanan di dalam mulut, mencampur makanan dengan air liur, membantu proses menelan dan mendeteksi rasa (manis, asin, pahit, asam).

Pada saat yang sama, kelenjar ludah mengeluarkan air liur, memiliki fungsi melembabkan makanan, membunuh mikroorganisme dan mencegah mulut kering.

Air liur juga mengandung enzim amilase, mengubah pati menjadi maltosa. Kelenjar ludah terletak di bawah telinga (kelenjar ludah), di rahang bawah (kelenjar submandibular) dan di bawah lidah (di bawah lidah).

2. Kerongkongan

Tidak ada pencernaan di kerongkongan. Kerongkongan bertindak sebagai saluran melalui mana makanan masuk ke lambung. Kerongkongan panjangnya sekitar 25 cm, berbentuk tabung, diameter 2 cm, bagian dalam selalu basah karena sekresi lendir.

Ada otot di dinding kerongkongan dapat mengembang dan berkontraksi saat Anda mendorong makanan ke perut. Gerakan otot ini disebut gerakan usus.

3. Lambung

Lambung merupakan salah satu urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar berfungsi sebagai tempat sementara untuk menyimpan makanan. Perut terdiri dari bagian atas (jantung), bagian tengah (otot) dan bagian bawah (pilorus).

Ada dua katup (sfingter) di setiap ujung perut. Pertama, sfingter esofagus, berbatasan dengan kerongkongan, menahan makanan di perut dan membuka saat makanan masuk. Kedua, sfingter pilorus terbatas pada duodenum.

Dinding perut menghasilkan lendir, sedangkan bagian belakang menghasilkan cairan lambung. Getah lambung antara lain sir, asam klorida (HCl) dan enzim (pepsin, renin, lipase).

  • Enzim peptida: menghidrolisis molekul protein menjadi peptida
  • Enzim renin: mengubah kasein menjadi kasein
  • Enzim lipase: menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.

Makanan masuk ke lambung bercampur dengan cairan lambung, membuat makanan menjadi bubur (jarum). Pilorus mengatur pelepasan jarum secara bertahap dari lambung ke duodenum.

4. Kelenjar pankreas

Urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar selanjutnya ada pankreas terletak di bagian belakang perut dan berwarna agak putih. Pankreas menghasilkan enzim terurai di usus.

Pankreas dan fungsinya menghasilkan enzim berikut:

  • Enzim amilase: mengubah pati menjadi glukosa
  • Enzim lipase: mengubah lemak menjadi asam lemak dan mengubah lemak menjadi gliserol
  • Enzim tripsin: mengubah protein menjadi senyawa asam amino.

5. Kelenjar hati

Hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh manusia, terletak di rongga perut kanan, tepat di bawah diafragma. Terdapat kantong empedu di depan hati, yang berguna untuk menyimpan empedu.

Empedu dibentuk oleh pemecahan sel darah merah yang mati atau rusak. Setiap hari, setengah liter empedu diproduksi, yang berguna untuk mengemulsi lemak sehingga darah mudah diserap dan didistribusikan ke seluruh tubuh.

6. Usus halus

Usus halus merupakan urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar. Panjang usus halus sekitar 8,25 meter. Usus halus terdiri dari bagian-bagian berikut:

(a) Duodenum (Duodenum): Membuka di dua saluran, yaitu pankreas dan kantong empedu.

(b) Usus kosong (jejunum): Perawatan kimia makanan.

Enzim berikut ditemukan di jejunum dan fungsinya:

  • Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Laktase: mengubah laktosa menjadi glukosa.
  • Erepsin : mengubah dipeptida atau pepton menjadi senyawa asam amino.
  • Maltase : mengubah maltosa menjadi glukosa.
  • Disaccharase : mengubah disakarida menjadi monosakarida. Peptidase: mengubah polipeptida menjadi monosakarida.
  • Peptidase: mengubah polipeptida menjadi glukosa, senyawa asam amino.
  • Sukrosa : memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
  • Lipase: mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.

(c) Usus Kukus (ileum): Ada kerutan yang disebut usus liar (melompat) dengan kapiler berlimpah. Tugas dari alam liar adalah untuk memperluas permukaan usus, membuat penyerapan cairan makanan lebih lengkap.

7. Usus besar

Usus besar adalah urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar dipublikasikan di situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak elastis, tetapi memiliki pemanjangan yang cukup besar. Bagian dari kolon yang meliputi kolon, kolon asendens, kolon asendens, kolon desendens, serta kolon sigmoid dan rektum.

Makanan yang masuk ke usus besar merupakan sisa proses penyerapan di usus halus, tetapi masih cukup tinggi di dalam air untuk diserap air ke dalam usus besar. Jika residu mengandung sedikit air, usus besar akan menambahkan air.

Pembentukan tinja di usus besar didorong oleh Escherichia coli. Bagian terakhir dari saluran pencernaan adalah rektum. Rektum dapat berkontraksi, dan kontraksinya dapat menyebabkan buang air besar, suatu proses di mana produk-produk limbah dikeluarkan dari proses melalui anus.

8. Anus

Anus adalah urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar dan merupakan tempat terakhir untuk mencerna. Sebelum sisa proses hilang, tinja terlebih dahulu dikumpulkan di rektum. Ketika tinja siap untuk dikeluarkan, sfingter rektal mengatur pembukaan dan penutupan anus.

Sfingter terdiri dari dua jenis otot, otot polos dan otot lurik. Dengan demikian, buang air besar dilakukan secara sadar dan diawali dengan kontraksi otot dinding perut, diikuti dengan relaksasi otot sfingter ani dan kontraksi usus besar dan rektum. Ini memungkinkan tinja didorong keluar.

Resiko pada kesehatan urutan sistem pencernaan

Dalam melindungi perkembangan yang maksimal, berarti untuk Mums buat senantiasa melindungi kesehatan urutan sistem pencernaan. Alasannya, bila tidak diperhatian secara merata hendak muncul macam resiko pada urutan sistem anak yang lumayan mengkhawatirkan.

Berikut merupakan sebagian resiko yang bisa mendatangi serta mengganggu kesehatan urutan sistem pencernaan pada anak. Tidak menyudahi di sana, Mums pula butuh mengenali metode menanggulangi penyakit pada urutan sistem pencernaan anak, supaya sang kecil terbebas dari rasa tidak aman sedini bisa jadi.

1. Diare

Diare ialah salah satu resiko kesehatan yang melanda urutan sistem pencernaan yang sangat universal ditemui pada kanak- kanak. Penyakit yang melanda urutan sistem pencernaan pada anak ini umumnya mempunyai indikasi pada meningkatnya frekuensi buang air besar.

Umumnya lebih dari 3 kali dalam satu hari. Tidak hanya itu, diare pula bisa diidentifikasi dari wujud cair kotoran yang terbuang. Diare umumnya terbentuk akibat virus, kuman, dan parasit yang melanda urutan sistem pencernaan anak yang diakibatkan oleh kendala imunitas badan, santapan yang kurang bersih, sampai keracunan santapan.

Bila tidak diatasi secara kilat, anak hendak gampang sekali terkena kehilangan cairan tubuh. Oleh sebab itu, bila anak terserang penyakit urutan sistem pencernaan satu ini, Bunda dapat langsung membagikan cairan pengganti semacam oralit serta terus bagikan konsumsi santapan yang gampang buat dikonumsi.

2. Sembelit

Tidak hanya diare, wasir pula ialah penyakit urutan sistem pencernaan yang sering terjalin dalam suasana tiap hari. Berbeda dengan diare yang membuat frekuensi buang air besar jadi bertambah, wasir ataupun konstipasi malah membuat anak jadi sulit buat buang air besar.

Gejala yang bisa Mums temui merupakan sikap mengejan anak sampai kesakitan akibat penyakit urutan sistem pencernaan ini. Penyakit urutan sistem pencernaan ini umumnya sering terjalin kala pola makan anak berganti secara ekstrem.

Tidak hanya itu, anak yang tidak diajarkan buat buang air besar secara teratur pula dapat jadi salah satu aspek hadirnya wasir ataupun konstipasi. Penindakan sangat kilat bila anak terserang penyakit urutan sistem pencernaan ini merupakan dengan tingkatkan mengkonsumsi serat pada anak, dapat dari buah- buahan serta pula sayur- mayur pada kombinasi MPASI sang buah hati.

Butuh dicermati kalau konstipasi yang terus berlangsung sepanjang 2 pekan bisa memperkenalkan resiko yang lebih mengkhawatirkan, semacam radang usus. Lekas konsultasikan kepada dokter supaya sang buah hati memperoleh penindakan kedokteran yang pas.

Demikian penjelasan lengkap mengenai urutan alat pencernaan makanan pada manusia yang benar, dll. Semoga informasi kesehatan ini bermanfaat bagi Anda dalam menjaga organ pencernaan Anda. Terimakasih.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.