Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit
cms.sehatq

Definisi Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit Dan Contohnya

Aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit, sangat penting bagi tubuh kita. Kesibukan kerja membuat Anda lupa merawat tubuh bukan? Meski di masa pandemi seperti ini, kamu tetap harus tetap sehat untuk berusaha melindungi tubuhmu dari paparan virus. Anda dapat menjaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan berolahraga secara teratur. Dalam hal aktivitas raga, ini tidak hanya berarti olahraga berat yang membutuhkan waktu.

Segala sesuatu yang membuat tubuh Anda bergerak dapat dianggap sebagai contoh aktivitas raga. Misalnya mengerjakan pekerjaan rumah, jalan-jalan, dll. Kegiatan ini bisa dilakukan di mana saja, baik di rumah, di tempat umum, di gym, atau bahkan di kantor. Selain itu, Anda mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Nah, untuk lebih jelasnya simak penjelasannya berikut ini sampai habis!

Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit
mmc.tirto

Definisi Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mendefinisikan aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit sebagai setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka yang mengarah pada pengeluaran energi. Gerakan-gerakan ini termasuk hal-hal yang Anda lakukan di tempat kerja, bermain game, mengerjakan pekerjaan rumah, bepergian, dan aktivitas yang Anda lakukan di waktu luang Anda.

National Heart, Lung, and Blood Institute mengklasifikasikan aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit ke dalam empat kategori. Diantaranya:

1. Aerobik:  Kegiatan ini disebut juga sebagai endurance training, melatih otot-otot besar seperti otot lengan dan kaki. Contoh gerakan aerobik antara lain berlari, berjalan, berenang, bersepeda, menari, lompat tali, kereta belanja, berkebun, dll. Contoh kegiatan raga ini bekerja lebih cepat dari jantung dan nafas serta dapat menguatkan jantung dan paru-paru.

2. Penguatan Otot: Meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot dapat dicapai dengan melakukan angkat beban, bangun, angkat beban, naik turun tangga, berkultivasi dan kegiatan raga lainnya yang memerlukan gerakan.

3. Memperkuat Tulang: Kegiatan raga ini melibatkan tungkai, kaki, atau lengan untuk menopang berat badan sehingga otot dapat mendorong tulang dan membuatnya lebih kuat. Contoh kegiatan ini hampir sama dengan fungsi penguatan otot, yaitu lari, jalan kaki, lompat tali, dan angkat besi.

4. Peregangan: Aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit dapat meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas sendi. Contoh gerakan termasuk sentuhan jari kaki, peregangan dan yoga.

Secara khusus, aktivitas fisik aerobik memiliki tiga perbedaan intensitas, yaitu;

  • Intensitas ringan hingga sedang; Aktivitas yang membutuhkan energi lebih sedikit daripada kegiatan fisik dapat membuat otot, jantung, dan paru-paru Anda bekerja sedikit lebih keras.
  • Intensitas berat; Aktivitas raga merangsang otot, jantung dan paru-paru. Bahkan kegiatan ini bisa membuat seseorang kesulitan bernapas.

Aktivitas fisik menurut definisi tidak hanya olahraga seperti bangun, angkat besi dan berenang, tetapi juga termasuk aktivitas di rumah seperti berkebun dan membersihkan. Jadi tidak ada alasan untuk bermalas-malasan, meski hanya di rumah saja!

Seberapa Penting Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit?

Banyak orang yang meremehkan pentingnya olahraga karena tubuh tidak langsung merasakan efeknya bagi kesehatan. Padahal, efek kurang olahraga terasa seiring bertambahnya usia. Kurangnya kegiatan fisik atau gaya hidup sedentary memang menjadi masalah kesehatan di Indonesia.

Pakar kesehatan pemerintah telah menekankan pentingnya olahraga dan aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit dan menjaga kesehatan untuk memperbaiki masalah gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Salah satunya dapat dilihat dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Tidak mengherankan bahwa kegiatan fisik adalah hobi yang sangat menarik karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Seperti pencegahan penyakit, pengelolaan berat badan, nutrisi tubuh, pengurangan stres, peningkatan daya tahan tubuh, kelenturan tubuh, peningkatan kualitas hidup. Jika Anda menginginkan tubuh yang sehat dan bugar hingga tua, biasakan untuk aktif dan hindari duduk.

Apa Manfaat Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit?

Untuk mengetahui lebih lanjut manfaat aktivitas fisik bagi tubuh, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

1. Kurangi risiko terkena sakit

Selain penting untuk menjaga kebugaran, aktivitas fisik juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis akibat kurangnya kegiatan fisik. Misalnya penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke, obesitas, diabetes, dan kanker. Selain itu, banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kegiatan teratur dapat meningkatkan kualitas hidup Anda, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan memperpanjang hidup Anda.

2. Menjaga berat badan

Jika Anda ingin menurunkan atau mempertahankan berat badan ideal, pastikan Anda aktif secara fisik secara teratur. Latihan aerobik sedang dapat dilakukan selama 150 menit seminggu atau 30 menit sehari.

3. Mengencangkan otot dan tulang

Seiring bertambahnya usia, persendian, otot, dan tulang Anda menjadi semakin rapuh. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kegiatan fisik dapat membantu memperkuat dan memperkuat area penting ini. Ini akan mencegah osteoporosis di usia tua.

4. Berpikir lebih positif

Aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit telah terbukti membuat seseorang merasa lebih percaya diri dan berpikir lebih positif. Namun, seiring bertambahnya usia, seseorang mungkin lebih sering mengalami krisis kepercayaan diri dan pikiran negatif. Kedua hal ini adalah masalah umum yang menyebabkan stres atau depresi. Oleh karena itu, untuk menghindari masalah ini dan selalu berpikir positif, jangan terpaku pada satu tempat, tetapi mulailah berlatih setiap hari!

5. Menajamkan semangat

Fungsi kognitif orang dewasa menurun seiring bertambahnya usia. Bahkan, kondisinya semakin parah jika Anda tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup. Akibatnya, kelelahan, memori, dan konsentrasi terganggu. Di sisi lain, jika Anda aktif, kemampuan kognitif Anda akan tetap tajam.

Ini karena selama aktivitas fisik, otak membentuk jaringan baru dan membentuk ratusan koneksi baru yang menghubungkan saraf di otak. Selain itu, Anda juga terhindar dari penyakit alzheimer, demensia, dan penyakit lain yang disebabkan oleh gangguan kognitif.

Bagaimana Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit?

Terdapat perbedaan kebutuhan dan intensitas aktivitas fisik seseorang dengan bertambahnya usia. Berikut rekomendasi WHO:

  • Usia 5-17 tahun

Berolahraga setidaknya 60 menit aktivitas fisik sedang atau tinggi setiap hari.
Aktivitas fisik selama lebih dari 60 menit sehari dapat memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik.
Disarankan untuk mengikuti aktivitas fisik yang dapat memperkuat otot dan tulang minimal 3 kali seminggu.

  • Usia 18-64 tahun

Aktif secara fisik setidaknya selama 150 menit seminggu dengan intensitas sedang atau 75 menit per minggu dengan intensitas tinggi. Ini juga dapat mencakup aktivitas intensitas sedang hingga tinggi.
Untuk manfaat kesehatan tambahan, orang dewasa dapat meningkatkan aktivitas fisik mereka hingga 300 menit dengan intensitas sedang per minggu.
Aktivitas fisik yang berfokus pada otot harus dilakukan setidaknya dua kali seminggu.

  • Usia 65 tahun keatas

Setidaknya 150 menit olahraga cukup intens per minggu atau 75 menit olahraga intens per minggu.
Untuk lebih banyak manfaat kesehatan, tingkatkan aktivitas fisik Anda menjadi 300 menit per minggu karena intensitas sedang.
Jika Anda memiliki sedikit mobilitas, Anda harus melakukan latihan keseimbangan setidaknya setiap 3 hari.

Rekomendasi Aktivitas Fisik Dalam Pencegahan Penyakit

Setelah Anda mengetahui kebutuhan Anda akan aktivitas fisik, Anda dapat mencoba rekomendasi tindakan berikut agar tetap sehat dan bugar:

1. Berjalan

Jika Anda tidak punya waktu untuk pergi ke gym, Anda bisa melakukan aktivitas fisik sederhana seperti jalan kaki. Selain mudah berjalan secara teratur, juga dapat memperkuat otot kaki, menurunkan kolesterol, dan mencegah risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes. Jalan kaki juga bisa meningkatkan mood dan daya ingat! Pertama, Anda bisa berjalan kaki selama 15 menit. Setelah terbiasa, Anda dapat memperpanjang durasinya menjadi 30-60 menit sehari. Juga, pastikan untuk memakai sepatu yang nyaman saat berjalan!

2. Taichi

Aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit ini berasal dari China dan termasuk gerakan lambat dan pernapasan dalam. Aktivitas ini sangat bagus untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus menenangkan pikiran. Tai chi sangat cocok untuk orang tua karena latihan ini juga dapat digunakan untuk melatih keseimbangan agar tidak mudah jatuh. Untuk memastikan bahwa gerakan dilakukan dengan benar, Anda harus menghadiri kelas chi dengan instruktur ahli.

3. Berenang

Berenang secara teratur dapat memberikan banyak manfaat selain untuk menjaga kesehatan tubuh. Misalnya, meningkatkan kesehatan mental dan mood serta membakar kalori dan membentuk tubuh ideal Anda. Selain itu, aktivitas fisik ini juga dianjurkan bagi penderita radang sendi atau arthritis.

4. Latihan kekuatan

Baik pria maupun wanita dapat melakukan aktivitas fisik ini. Latihan kekuatan secara teratur dapat meningkatkan kapasitas otot dan menjaga berat badan ideal. Anda membakar lebih banyak kalori dengan latihan ketahanan. Lakukan saja gerakan yang benar dan Anda bisa merasakan manfaat kesehatan dari olahraga ini. Pertama, mulailah dengan intensitas ringan, lalu Anda bisa meningkatkan intensitasnya menjadi lebih berat.

5. Senam kegel

Jenis olahraga ini dipercaya mampu menjaga kesehatan otot-otot dasar panggul yang menopang kandung kemih. Dengan cara ini Anda dapat menghindari risiko inkontinensia urin (ketidakmampuan menahan urin). Secara umum, senam kegel banyak diminati oleh wanita, namun pria juga bisa mendapatkan manfaat kesehatan yang sama dari aktivitas fisik ini.

Karena coronavirus terus menyebar dan aktivitas di luar ruangan dibatasi, harus ada lebih banyak di rumah. Namun, daripada menghabiskan waktu berbaring, duduk terlentang, dan bermain smartphone seharian, lebih baik sisihkan setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari.

Namun, aktivitas fisik ini harus didukung oleh asupan makanan tubuh. Jangan sampai keinginan Anda untuk berolahraga mengganggu kondisi tubuh Anda karena kekurangan nutrisi. Jadi untuk menunjang aktivitasmu sehari-hari, jangan lupa untuk rutin melengkapi Anlene Activit kamu dengan movemax. Artinya nutrisi tersebut mengandung kolagen, kalsium, protein, vitamin dan mineral yang dapat memaksimalkan kerja otot, tulang dan persendian.

Setelah membaca penjelasan di atas, sobat hawksedges semakin semangat untuk aktivitas fisik dalam pencegahan penyakit bukan? Mulai sekarang, rajinlah berolahraga dan hindari kemalasan!  Terimakasih. Semoga bermanfaat dan nantikan artikel menarik dan bermanfaat lainnya tentang kesehatan hanya di Hawksedges.

Leave a Reply

Your email address will not be published.