9 Masalah Keuangan UKM, Penyebab dan Solusinya!

9 Masalah Keuangan UKM, Penyebab dan Solusinya!

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (MPMI) adalah istilah untuk usaha yang diciptakan oleh perorangan, usaha kecil, atau keluarga. Kurangnya informasi tentang pengelolaan usaha seringkali menimbulkan masalah, termasuk masalah keuangan UKM.

9 Masalah Keuangan UKM, Penyebab dan Solusinya!
image.freepik.com

Meski dibangun dalam skala kecil, UMKM berdampak besar bagi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia.

Semakin banyak UKM yang berkembang di Indonesia, semakin besar kesempatan kerja.

Hal ini tentu baik mengingat angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.

Buat menolong para pejuang UMKM menanggulangi kesusahan keuangan UMKM, berikut merupakan sebagian kesusahan keuangan UMKM yang kerap terjalin serta pemecahan manajemen terpaut :

1. Tidak ada rencana anggaran

Masalah keuangan pertama dan paling umum dengan UKM adalah pengusaha tidak membuat rencana anggaran yang matang.

Perlu diingat bahwa meskipun Anda membangun bisnis skala kecil, Anda tetap membutuhkan rencana anggaran.

Beberapa poin yang harus dimasukkan dalam rencana anggaran antara lain modal usaha yang Anda miliki, biaya operasional, biaya promosi, biaya kewajiban dan biaya lainnya tergantung jenis usaha yang ingin Anda kelola.

Tidak hanya itu, lewat rencana anggaran Kamu, Kamu pula hendak mengenali pengeluaran mana yang harus serta pengeluaran mana yang dapat Kamu tunda.

Jangan terlalu bersemangat saat memulai bisnis, karena bisnis yang sesungguhnya harus dijalankan dengan strategi yang matang.

2. Tidak ada mentor

Jika Anda mengenal seseorang yang telah sukses membangun bisnis, tidak ada salahnya menjadikan orang tersebut sebagai mentor bisnis Anda.

Mengapa mentor penting?

Karena belajar dari seorang mentor yang terjun langsung dalam bidang tertentu dengan belajar melalui buku akan membawa hasil yang berbeda.

Jika Anda memiliki mentor secara langsung, Anda bisa langsung mendiskusikan rencana bisnis Anda dan juga masalah apa yang Anda hadapi.

Banyak perusahaan gagal hanya karena pengusaha enggan belajar dari mentor.

Jadi, bila Kamu mempunyai peluang buat belajar langsung dari seseorang mentor, Kamu tidak boleh menyia- nyiakan peluang ini.

Hal ini berguna untuk mencegah masalah keuangan UMKM mempengaruhi bisnis Anda.

3. Kurangnya inovasi

Percaya atau tidak, inovasi penting bagi setiap perusahaan.

Pada dasarnya konsumen selalu mencari sesuatu yang baru dari setiap produk.

Untuk itu, inovasi produk menjadi hal yang paling penting.

Selain itu, inovasi lain yang harus Anda perhatikan adalah inovasi strategis, baik itu strategi pemasaran, strategi distribusi, atau strategi lainnya.

Padahal, dalam berbisnis seseorang harus memperhatikan kepentingan dan kebutuhan konsumen dan calon konsumen.

Dengan begitu, Anda bisa hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan calon pelanggan tersebut.

4. Tidak ada evaluasi

Masalah keuangan UKM berikutnya terjadi karena tidak ada valuasi perusahaan.

Penilaian ialah aktivitas buat mengenali apa saja kelebihan serta kekurangan dari bisnis yang lagi Kamu lakukan dikala ini.

Lewat penilaian, Kamu bisa menguasai bagian mana yang butuh diperbaiki, ditingkatkan, ataupun dipertahankan

Perusahaan seringkali mengabaikan keberadaan valuasi karena tidak ada waktu untuk melakukannya.

Penilaian tidak harus dilakukan setiap minggu, cukup dengan melakukan penilaian sebulan sekali.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan analisis pasar dan riset pesaing untuk mendukung kegiatan evaluasi Anda.

Anda dapat melihat apa yang kurang dari pesaing dan kemudian mengubahnya menjadi manfaat yang dimiliki bisnis Anda.

Percayalah, kegiatan penilaian dapat menyelamatkan Anda dari masalah keuangan UKM yang sering menyerang.

5. Tidak ada laporan keuangan

Tahukah Anda mengapa laporan keuangan penting bagi sebuah perusahaan?

Ya, karena melalui laporan keuangan Anda dapat melihat berapa banyak modal yang telah Anda keluarkan, berapa keuntungan yang Anda peroleh dan juga informasi berguna lainnya untuk mengelola strategi bisnis di masa depan.

Meski laporan keuangan memegang peranan penting, sayangnya masih banyak UKM yang mengabaikan laporan keuangan.

Beberapa dari mereka menganggap cukup untuk mencatat pengeluaran dan pemasukan.

Namun pada kenyataannya, laporan keuangan mengandung lebih banyak informasi daripada sekedar uang yang masuk dan keluar.

Jika Anda tidak memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan keuangan yang baik, maka tidak ada salahnya menyewa jasa profesional.

Anggap ini sebagai bentuk investasi pada bisnis Anda agar bisnis Anda terhindar dari masalah keuangan UKM yang bisa merugikan di kemudian hari.

6. Akuntansi konvensional

Di era modern ini, sudah bukan zamannya lagi melakukan pembukuan dalam buku besar yang berjajar membentuk sebuah tabel.

Bagaimana bisa?

Karena selain memakan waktu yang lama, Anda juga akan kesulitan melihat catatan tahun-tahun yang telah lama berlalu.

Mulailah membuat buku menggunakan teknologi yang sudah ada, seperti Microsoft Excel.

Jika ingin lebih canggih lagi, Anda bisa menggunakan fitur electronic checkout dari berbagai vendor seperti Moka Poin of Sales salah satunya.

Salah satu keunggulan fitur uang tunai elektronik adalah Anda tidak perlu repot menyiapkan laporan keuangan, karena berbagai laporan sudah tersedia di mesin kasir elektronik.

Mudah, bukan?

7. Kurangi strategi pemasaran

Kesalahan sederhana yang ternyata menjadi masalah keuangan bagi UKM adalah kurangnya strategi pemasaran.

Perlu diingat bahwa strategi pemasaran memegang peranan penting bagi sebuah perusahaan dan pemasaran juga dapat dianggap sebagai ujung tombak sebuah perusahaan.

Tidak peduli seberapa bagus kualitas produk atau layanan yang Anda tawarkan, jika Anda tidak melakukan pemasaran yang cukup, calon pelanggan tidak akan tahu bisnis Anda ada.

Untuk itu sangat penting untuk mengembangkan strategi pemasaran bahkan sebelum memulai bisnis.

Bagaimana bisa?

Perihal ini buat membagikan cerminan yang jelas tentang siapa sasaran Kamu serta gimana menjual produk tersebut.

Biasakan membuat perencanaan sebelum pemasaran, karena ini akan membantu Anda menjual produk kepada orang yang tepat.

8. Manajemen inventaris yang salah

Masalah keuangan UKM dapat terjadi meskipun stok barang tidak dikelola dengan baik.

Jika Anda mengira bahwa pengelolaan stok tidak memerlukan prosedur yang jelas, maka Anda salah.

Hal terburuk yang dapat terjadi akibat kesalahan penanganan barang dagangan adalah barang dagangan tersebut rusak dan tidak dapat dijual.

Tentunya hal ini akan sangat merugikan bukan?

Jadi yang terbaik adalah mempelajari cara mengelola stok barang yang baik untuk menghindari masalah ini.

9. Kurang modal

Masalah keuangan terakhir dan paling umum dari UKM adalah kurangnya modal kerja.

Keterbatasan modal di tengah usaha dapat berdampak pada tidak adanya rencana anggaran biaya ketika ingin memulai usaha atau masalah usaha yang datang secara tidak terduga.

Salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan modal usaha adalah dengan mengambil pinjaman usaha.

Perlu dipahami bahwa mengambil pinjaman ekuitas perusahaan dapat menjadi solusi atau bencana bagi para pebisnis.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengambil modal usaha sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar Anda.

Juga, ambil pinjaman ekuitas perusahaan dari pihak yang dapat Anda percayai, seperti yang berlisensi dan diawasi oleh OJK seperti KoinWorks.

Kenapa harus di KoinWorks? Karena KoinWorks merupakan lembaga resmi yang berkomitmen membantu perkembangan UKM di Indonesia melalui produk pinjaman ekuitas perusahaan KoinBisnis.

Melalui KoinBisnis, Anda bisa mendapatkan pinjaman ekuitas perusahaan hingga Rp. 2 Milyar dan dengan suku bunga yang sangat rendah, mulai dari hanya 0,75% per bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *