Mengenal Apa Itu Laba Perusahaan, Jenis, dan Manfaatnya

Mengenal Apa Itu Laba Perusahaan, Jenis, dan Manfaatnya

Apa itu laba? Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian Laba, manfaat dan jenisnya yang akan dijelaskan oleh Blog Jurnal Mekari. Baca terus!

Sebuah perusahaan selalu beroperasi dengan tujuan untuk memperoleh pendapatan yang lebih atau Laba yang maksimal.

Bertujuan memberi hasil yang memuaskan bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan, seperti konsumen, karyawan, manajemen, pemegang saham.

Mengenal Apa Itu Laba Perusahaan, Jenis, dan Manfaatnya
www.mas-software.com

Selain itu, laba perusahaan juga sangat penting karena merupakan inti keuangan yang memegang peranan penting. Laba juga berguna untuk menilai apakah manajemen berkinerja baik atau tidak.

Laba juga berguna untuk memperkirakan risiko dalam investasi.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pengertian, jenis, unsur dan manfaat profit, simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Laba

Laba adalah pendapatan atau manfaat bersih yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan, mulai dari proses produksi sampai dengan pemasaran, yang telah dikurangi dengan biaya-biaya kegiatan operasi perusahaan.

Kelebihan pendapatan ini juga diakui dalam laporan laba rugi.

Laporan adalah laporan keuangan suatu perusahaan tertentu yang berisi data pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam suatu periode akuntansi tertentu yang dibuat oleh bagian keuangan.

Jenis laba akuntansi

Ada 4 jenis laba atau laba bersih dalam akuntansi. Nah, jika ingin tahu apa saja itu, yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

1. Laba kotor penjualan

Jenis laba pertama adalah pendapatan penjualan kotor yang merupakan selisih antara harga pokok penjualan dan penjualan bersih.

✅ Baca Juga :   Pengertian Lead Generation Dan Jenis-Jenisnya

Pendapatan kotor ini tidak dikurangkan dari total biaya operasional perusahaan selama periode tertentu.

2. Laba operasi

Jenis selanjutnya adalah laba operasi bersih yang merupakan pengurangan dari pendapatan penjualan kotor dengan seluruh biaya produksi, biaya administrasi, biaya penjualan dan biaya operasional lainnya.

3. Laba sebelum pajak

Lalu ada jenis laba bersih sebelum pajak. Ini juga dikenal sebagai Earning Before Tax (EBT), yang merupakan keseluruhan pendapatan perusahaan sebelum dikenakan pemotongan pajak perusahaan.

4. Laba setelah pajak

Jika sebelumnya ada jenis laba bersih sebelum pajak, jenis selanjutnya adalah laba bersih setelah pajak.

Jenis ini dapat diperoleh dari laba kotor dikurangi pajak, bunga dan biaya operasional perusahaan.

Jenis-jenis Laba berdasarkan sifatnya

Selain 4 jenis Laba yang dijelaskan di atas, ada jenis lain yang dikelompokkan berdasarkan sifatnya. Apa itu? Simak ulasan berikut ini.

1. Pendapatan psikis (psychic income)

Anda dapat memperoleh jenis pendapatan bersih ini ketika produk atau layanan perusahaan mengalami kepuasan pelanggan yang lebih besar.

Ini sangat sulit diukur karena kepuasan manusia sangat tergantung pada kemakmuran dan pencapaian sosial.

Jadi walaupun pendapatan bersihnya sama, bukan berarti kepuasan setiap orang sama.

2. Pendapatan riil (pendapatan riil)

Jenis berikutnya adalah Laba riil, yang berarti terjadi peningkatan kemakmuran ekonomi.

3. Untung uang (pendapatan moneter)

Selain 2 jenis Laba di atas, ada jenis lain yaitu pendapatan moneter.

✅ Baca Juga :   Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia Menarik Untuk Disimak

Jenis ini adalah terjadinya peningkatan jumlah uang selama suatu periode tanpa mempertimbangkan faktor daya beli dan hanya berfokus pada pengukuran akuntansi laba bersih.

Perlu Anda ketahui bahwa net book income berhubungan dengan pendapatan moneter, sedangkan net economic income berhubungan dengan pendapatan riil.

Unsur-unsur Laba

Nah, setelah mengetahui pengertian dan jenis Laba, penting untuk mengetahui unsur-unsurnya juga. Nah, inilah 5 elemen laba atau pendapatan bersih yang harus Anda ketahui.

1. Pendapatan

Pendapatan adalah kenaikan aset perusahaan atau penurunan kewajiban perusahaan selama periode akuntansi. Hal ini dapat dicapai dengan kegiatan operasi dalam bentuk kredit atau penjualan aset dari perusahaan.

2. Unggah

Elemen beban adalah pengeluaran atau penggunaan aset dalam suatu periode akuntansi yang digunakan untuk aktivitas operasi.

Gratis juga disebut penurunan aset atau penurunan manfaat ekonomi selama periode akuntansi, yang mengakibatkan penurunan ekuitas.

3. Biaya

Unsur biaya adalah uang perusahaan yang dikorbankan untuk menghasilkan barang atau jasa yang nantinya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Jika ada biaya yang terlambat, biaya ini disebut sebagai biaya.

4. Keuntungan dan Kerugian

Unsur laba berikutnya adalah untung rugi. Laba perusahaan adalah peningkatan ekuitas dari transaksi yang melibatkan perusahaan selama periode tertentu, tetapi bukan dari keuntungan modal pemilik perusahaan.

5. Pendapatan

Unsur laba selanjutnya adalah unsur pendapatan yang meliputi pendapatan dan pendapatan. Unsur pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi.

✅ Baca Juga :   6 Strategi Untuk Meningkatkan Omset Dari Media Sosial

Hal ini timbul dari aktivitas normal perusahaan yang terjadi selama suatu periode, jika arus masuk bruto mengakibatkan peningkatan ekuitas yang tidak berasal dari aktivitas investasi.

Manfaat laporan laba

Laporan laba rugi menawarkan banyak keuntungan dalam dunia akuntansi.

Pertama, laporan berguna sebagai alat untuk mengukur kinerja manajemen perusahaan.

Selain itu, laporan tersebut juga berguna sebagai pembeda antara ekuitas dan laba bersih.

Tidak hanya itu, laporan laba bersih juga berguna untuk mengukur keberhasilan pengelolaan usaha dan sebagai dasar pengambilan keputusan.

Keuntungan lain dari laporan laba rugi adalah menjadi dasar untuk menentukan jumlah pajak dan sebagai ukuran untuk membagi kompensasi dan bonus kepada karyawan perusahaan.

Selanjutnya rasio ini juga berfungsi untuk menentukan berapa estimasi laba bersih pada periode akuntansi berikutnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laba

Mengapa jumlah laba bersih dapat berubah dalam setiap periode? Hal ini karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi laba bersih.

Faktor-faktor tersebut adalah biaya, harga jual dan volume penjualan dan produksi (Mulyadi, 2001: 513). Faktor biaya adalah pengeluaran perusahaan dalam menghasilkan suatu produk atau jasa.

Sedangkan harga jual adalah harga jual suatu produk atau jasa yang akan mempengaruhi volume penjualan. Terakhir, besarnya volume penjualan suatu produk atau jasa akan mempengaruhi jumlah produksi suatu produk dan biaya produksinya.