Strategi Pengembangan Produk Kriya Dalam Perekonomian

Strategi Pengembangan Produk Kriya Dalam Perekonomian

Kerajinan tangan merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif. Di masa pandemi, produk kriya termasuk dalam produk yang bisa bertahan. Meski tidak dipungkiri, subsektor ini sempat mengalami penurunan 3-5%.

Menurunnya subsektor kriya jelas dapat mempengaruhi perekonomian nasional. Pasalnya, subsektor kerajinan termasuk dalam tiga besar penyumbang produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2019 saja, data Badan Pusat Statistik menunjukkan subsektor kerajinan mampu menumbangkan 14,9% dari total PDB nasional.

Strategi Pengembangan Produk Kriya Dalam Perekonomian
www.menit.co.id

Strategi pengembangan produk artisan dalam ekonomi kreatif
Timbulnya pandemi kemudian menyebabkan penurunan di sektor kerajinan. Hal ini dipengaruhi oleh pemberlakuan Kebijakan Penegakan Larangan Kegiatan (PPKM) di hampir semua daerah. Kondisi ini menyebabkan produksi dan pemasaran produk rakyat mengalami kendala yang pada akhirnya mengakibatkan penurunan.

Selain menyebabkan penurunan pendapatan, pandemi juga berdampak lain pada subsektor kerajinan. Di sektor kerajinan, pandemi melahirkan tren baru. Dimana muncul produk baru sebagai respon dari pandemi. Produk tersebut antara lain aksesoris masker, APD (alat pelindung diri) dengan berbagai model dan lain-lain.

Munculnya tren baru ini akhirnya membuat subsektor kriya mampu bertahan di tengah pandemi. Di Indonesia sendiri, kerajinan tangan memiliki fungsi ganda. Karena selain menawarkan estetika, produk kerajinan juga berfungsi sebagai benda terapan. Oleh karena itu, tidak heran jika produk mereka banyak diburu oleh konsumen.

Dengan antusiasme konsumen yang cukup tinggi, subsektor kerajinan harus terus dikembangkan. Pengembangan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Hal ini tentunya dapat dicapai dengan kerjasama semua pihak yang terlibat, terutama para pengrajin dan pemerintah.

Upaya pengembangan produk kriya

Pemerintah berupaya berpartisipasi dalam pengembangan produk kerajinan dengan mendirikan BEKRAF Creative Labs (BLC) untuk subsektor kerajinan. BLC sendiri merupakan ajang prototipe sebagai pedoman dalam model pengembangan kerajinan yang dikembangkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). BLC memiliki kegiatan yang fokus pada pengembangan seni kriya, khususnya dalam hal creativepreneurship. Dalam hal ini strategi pembangunan meliputi aspek kreasi, produksi, distribusi, proteksi, kewirausahaan.

Konsep pengembangan konsep kerajinan dapat diterapkan pada ekonomi kreatif usaha mikro, kecil dan menengah (MPMI) dengan subsektor kerajinan. Hal ini secara komprehensif dapat membantu mengembangkan akselerasi kinerja kapal Indonesia. Hal ini dikarenakan sinkronisasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang muncul.

1. Penampilan Kreatif

Kerajinan tangan termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif, dimana pengembangannya tergantung sejauh mana kreativitas senimannya. Kekuatan kreativitas dapat mencakup kemampuan untuk menemukan inspirasi dan menentukan rencana kerja. Proses kreatif ini akan membuat karya kerajinan tersebut berbeda dari yang lain. Oleh karena itu, aspek kreatif sangat diperlukan dalam pengembangan kerajinan.

Dalam hal ini, upaya terus menerus untuk mencari alternatif baru harus dilakukan secara konsisten. Adanya konsep dan implementasi kebaruan dalam produk kerajinan menjadi elemen penting di dalamnya. Sehingga akhirnya dapat tercipta produk dengan inovasi dan variasi yang berbeda.

2. Penampilan produksi

Aspek produktif dalam usaha pengembangan kerajinan ini penting untuk diperhatikan. Pada umumnya proses produksi kriya menganut teori produktivitas. Dimana proses produksi ditata ulang dari awal sampai akhir, agar menghasilkan produk yang berkualitas baik. Dalam hal ini diperlukan perencanaan yang matang dengan memperhatikan konsep produksi yang baik.

3. Penampilan perlindungan

Aspek keamanan merupakan upaya untuk menjamin kelangsungan usaha kreatif agar tetap terjaga. Upaya tersebut antara lain perlindungan kreasi usaha kerajinan dan perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Hak kekayaan intelektual diperlukan untuk melindungi hak asasi manusia (HAM) dalam kekayaan intelektual.

4. Aspek kewirausahaan

Wirausaha memiliki keterkaitan dengan jiwa atau spirit dalam suatu usaha. Kerajinan yang merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif sangat membutuhkan kreativitas. Dalam hal ini, kewirausahaan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan dengan kreativitas yang tidak terbatas.

5. Penampilan distribusi

Aspek distributif merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam subsektor ekonomi kreatif kriya. Hal ini mencakup kemampuan karyawan untuk mendistribusikan produknya sehingga dapat menjangkau konsumen. Distribusi adalah keterampilan tersendiri yang membutuhkan kreativitas di dalamnya. Hal ini karena produk kriya berbeda dengan produk makanan, misalnya, yang dapat dengan mudah diproduksi secara massal.

Tidak jauh berbeda dengan produk lainnya, bahkan pendistribusian atau pemasaran produk kriya memerlukan perencanaan yang strategis. Tanpa rencana strategis dan eksekusi pemasaran yang solid, sebagus apapun produk tersebut, kemungkinan untuk laku di pasaran kecil. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi pemasaran dalam suatu perusahaan.

Strategi pemasaran produk kriya

1. Penentuan pasar referensi

Secara umum permasalahan pada subsektor kerajinan adalah terperangkapnya perajin dalam cita-citanya. Membuat produk yang berkualitas, unik dan bagus benar-benar suatu hal yang luar biasa untuk dibanggakan. Namun, apakah produk yang diproduksi sudah sesuai dengan target pasar? Ini adalah sesuatu yang perlu Anda pikirkan ketika Anda memasuki industri kerajinan.

Pada dasarnya, menentukan target pasar penting untuk semua jenis bisnis, tidak hanya kriya. Penentuan target pasar sangatlah penting, agar dapat menentukan apakah produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau tidak. Oleh sebab itu, sasaran pasar umumnya hendak didetetapkan saat sebelum produk terbuat..

2. Produksi produk kerajinan tangan yang unik

Setelah Anda menentukan target pasar, yang perlu Anda pikirkan adalah produk yang akan dibuat. Penentuan jenis produk yang dibuat didasarkan pada kebutuhan pasar dan pada aspek keunikan. Menciptakan produk yang unik dan menarik dapat menarik perhatian konsumen.

Produk yang dibuat harus berbeda dengan produk lain, atau bisa juga merupakan inovasi dari produk sejenis. Dengan cara ini produk dapat bersaing di pasar. Terus berkreasi dan berinovasi menjadi salah satu kunci eksistensi produk di pasaran.

3. Melakukan Promosi

Melakukan promosi berdasarkan target pasar dari produk yang telah dibuat. Kuncinya adalah menciptakan konsep promosi yang menarik perhatian target pasar. Selanjutnya, penggunaan media sosial dan platform distribusi dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan penjualan.

Penggunaan media seperti Google Ads, Facebook Ads dan website dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menarik konsumen. Selain itu, berinteraksi dengan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Twitter dapat membantu memperkenalkan produk kerajinan kepada lebih banyak orang. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, penggunaan platform internet harus dimaksimalkan.

Inilah aspek serta strategi yang wajib dicermati kala merambah dunia ekonomi kreatif subsektor kerajinan. Membuat produk yang berkualitas dan menarik itu penting. Namun, di sisi lain, perlu memperhatikan kegunaan dari produk yang dibuat. Selain itu, konsep pemasaran yang matang harus diterapkan, agar produk dapat laku di pasaran.

Postingan ini ditulis oleh Kredit Pintar, industri fintech terdaftar serta diawasi OJK yang membagikan kemudahan penyaluran pinjaman online buat segala warga Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk informasi lebih lanjut dan tips bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *